Ternyata Indonesia Mulai Krisis Bibit Kelapa Sawit, Peluang!!

Walaupun jumlah penangkar kelapa sawit sudah cukup banyak, namun karena tingginya kebutuhan ketersediaan bibit siap salur masih cukup terbatas. Terbentuk sejumlah pekebun kesulitan mendapatkan bahan tanaman bersertifikat.

Penangkar yang ada berdasarkan pantuan dari Tim Terang Bulan Consulting terfokus pada kebutuhan untuk program replanting dari pembiayaan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan, APBD serta kebutuhan swasta. Sementara kebutuhan untuk pekebun melalui pasar bebas kadang tidak terlayani. Ironisnya sebagian dari mereka terpaksa membeli bibit tidak bersertifikat.

Kondisi demikian menciptakan peluang pengembangan pembibitan untuk skala kecil menengah. Fokus pada penyediaan untuk kebutuhan petani untuk pemesanan antara 100 – 2000 batang.   Untuk lokasi yang kami rekomendasikan antara lain Aceh, Riau, Jambi, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah,  Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara serta Sulawesi Barat.

Skala penyediaan bibitnya sebaiknya bekisar antara 20.000 – 30.000 batang dan maksimal 50.000 batang. Tentu ini bisa menjadi bantu loncatan penangkar baru yang ingin naik kelas penyedia bibit untuk program pemerintah.

Syarat menjadi penangkar tentu harus MoU dengan produsen benih,  mengurus NIB melalui OSS dengan terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi teknis dari Balai Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan yang ada di Provinsi. Sebaiknya identifikasi kebutuhan pasar dan membangun jaringan dengan calon pembeli.

No comments:

Post a Comment