Rahasia Pemupukan Berimbang Sawit Tumbuh Optimal

Kelapa sawit adalah tanaman perkebunan strategis yang membutuhkan perhatian khusus pada setiap tahap pertumbuhannya agar mampu menghasilkan panen optimal.

Tahap perkembangan bunga dan buah kelapa sawit memerlukan waktu ±471 hari, dimulai dari munculnya daun pertama hingga tandan matang siap panen. Jika pemupukan tidak dilakukan dalam satu tahun, dampaknya baru terlihat pada dua tahun berikutnya sehingga konsistensi perawatan menjadi sangat penting.

Menurut Pak Warisman, pakar Agronomi, pemupukan berimbang dengan Dolomit, NPK, dan pupuk hayati terbukti mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif. Kehadiran bakteri selektif dalam pupuk hayati membantu penyerapan fosfat, kalium, serta nitrogen dari udara, sekaligus menguraikan bahan organik di kebun sawit.

Penggunaan ZPT juga diperlukan untuk memperluas permukaan akar sehingga tanaman lebih kuat menyerap air dan unsur hara. Dengan manajemen tepat, sawit dapat menjadi aset jangka panjang yang produktif dan berkelanjutan.

Ternyata Indonesia Mulai Krisis Bibit Kelapa Sawit, Peluang!!

Walaupun jumlah penangkar kelapa sawit sudah cukup banyak, namun karena tingginya kebutuhan ketersediaan bibit siap salur masih cukup terbatas. Terbentuk sejumlah pekebun kesulitan mendapatkan bahan tanaman bersertifikat.

Penangkar yang ada berdasarkan pantuan dari Tim Terang Bulan Consulting terfokus pada kebutuhan untuk program replanting dari pembiayaan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan, APBD serta kebutuhan swasta. Sementara kebutuhan untuk pekebun melalui pasar bebas kadang tidak terlayani. Ironisnya sebagian dari mereka terpaksa membeli bibit tidak bersertifikat.

Kondisi demikian menciptakan peluang pengembangan pembibitan untuk skala kecil menengah. Fokus pada penyediaan untuk kebutuhan petani untuk pemesanan antara 100 – 2000 batang.   Untuk lokasi yang kami rekomendasikan antara lain Aceh, Riau, Jambi, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah,  Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara serta Sulawesi Barat.

Skala penyediaan bibitnya sebaiknya bekisar antara 20.000 – 30.000 batang dan maksimal 50.000 batang. Tentu ini bisa menjadi bantu loncatan penangkar baru yang ingin naik kelas penyedia bibit untuk program pemerintah.

Syarat menjadi penangkar tentu harus MoU dengan produsen benih,  mengurus NIB melalui OSS dengan terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi teknis dari Balai Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan yang ada di Provinsi. Sebaiknya identifikasi kebutuhan pasar dan membangun jaringan dengan calon pembeli.

Pelatihan & Workshop Budidaya dan Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit

Bagi Anda yang ingin mengembangan perkebunan kelapa sawit dan meraih keuntungan, kami menyediakan layanan pelatihan sebagai berikut: 

  1. Belajar mandiri, mendapatkan akses file-file presentasi dan video pelatihan terkait budidaya kelapa sawit. Biaya Rp. 350.000,-/orang;
  2. Touring, mengunjungi kawasan sentra pengembangan durasi kunjungai maksimal 3 jam, jumlah pengunjung maks 2 orang. Biaya Rp. 2.500.000,-;
  3. Pelatihan individu, pelatihan di lokasi terkait budidaya (perbenihan, penanaman, pemeliharaan dan pemasaran hasil panen) dan manajemen pengelolaan kebun pagi sd sore, jumlah peserta maksimal 1-3 orang (sudah termasuk konsumsi, sertifikat dan free konsultasi). Biaya Rp. 4.500.000,-/paket;
  4. Pelatihan grup, pelatihan di lokasi terkait budidaya hingga manajemen pengelolaan kebun (perbenihan, penanaman, pemeliharaan dan pemasaran hasil panen), dari 09.00 sd 16.00, jumlah peserta maksimal 5 - 10 orang (sudah termasuk konsumsi, sertifikat dan free konsultasi). Biaya Rp. 7.500.000,-/paket;
  5. Inhouse training, pelatihan di lokasi peserta, terkait budidaya (perbenihan, penanaman, pemeliharaan dan pemasarah) dan manajemen pengelolaan kebun, pagi - sore, jumlah peserta maksimal 30 orang. Biaya Rp. 8.000.000,-/hari (biaya narsum dan pendamping, di luar konsumsi, akomodasi);
  6. Pelatihan Online, pelatihan di online terkait perbenihan, budidaya atau manajemen pengelolaan kebun, dari 10.00 sd 15.00 (total 4 jam) jumlah peserta maksimal 30 orang. Biaya Rp. 2.500.000,-/paket;

Untuk registrasi pelatihan dapat dilakukan menyampaikan informasi melalui whatsapp berupa Nama, alamat, profesi, paket layanan, tujuan mengikuti pelatihan, jumlah peserta

Untuk pendaftaran dan konfirmasi pembayaran dapat disampaikan melalui no  WA 0823-2530-2436 (Asih), 0838-5855-499(Amanda).

Trik Koperasi Petani Punya PKS: Akses Bantuan Sapras

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa ternyata terdapat dana yang dapat digunakan untuk pengembangan pabrik kelapa sawit yakni memanfaatkan dana yang bersumber dari Badan Pengelolaan Dana Komoditas Kelapa Sawit (BPDP-KS). Sebelum saya menjelaskan lebih jauh, saya akan terangkan apa itu BPDP-KS.

Jadi Sejak tahun 2016 pemerintah telah membentuk BPDP-KS yang bertugas mengelola dana kutipan ekspor CPO kelapa sawit  untuk mendukung kegiatan seperti subdisi biodiesel, peremajaan kelapa sawit, penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan SDM, riset dan promosi. Nah salah satu paket bantuan dari kegiatan sarana dan prasana adalah pengembangan pabrik kelapa sawit.

Melalui kegiatan ini dapat didukung pengembangan pabrik kelapa sawit hingga kapasitas 30 ton/jam. Jelas menarik. Tentu program ini layak dimanfaatkan untuk saatnya petani memiliki kebun.

Langkah Mengakses Sapras

Untuk mendapatkan program ini penting diketahui bahwa kondisi tanaman petani harus dalam kondisi produktif. Umur tanaman minimal 4 tahun,  hingga 20 tahun. Lembaga yang mengusulkan baiknya adalah koperasi dengan syarat.

  1. Untuk mengakses pabrik kapasitas 10 ton/jam maka luasan kebun yang dimiliki seluas 2.500 ha; 
  2. Untuk mengakses kapasitas 20 ton/jam maka luasan kebun yang dimiliki petani adalah seluas 4000 ha; 
  3. Semetnara untuk   kapasitas 30 ton/ha maka luasan kebun yang dimiliki petani adalah seluas 6000 ha.

Lahan yang menjadi dasar pengusulan harus jelas dokumennya, pengusulan dilakukan oleh koperasi yang pembiayaan dan pembanguannya dilakukan langsung oleh BPDP-KS.

Untuk mekanisme pengusulannya sederhana. Dengan mengajuikan melalui Dinas Kabupaten berupa proposal pembangunan pabrik kelapa sawit lengkap dengan RAB nya, serta data pendukung seperti dokumen kelengkapan kepemilikan lahan petani, serta legalitas koperasi secara lokasi lahan yang akan diusulkan menjadi pabrik, tentunya harus milik koperasi.

Usulan tersebut disampaikan ke dinas kabupaten yang membidangi perkebunan, kemudian diverifikasi, setelah layak disampaikan ke Dinas Provinsi selanjutnya ke Direktorat Jenderal Perkebunan untuk kemudian diterbitkan rekomendasi teknis. Selanjutnya berdasarkan rekomentek tersebut BPDP-KS akan melakukan pembangunan kebun.

Terdengar sederhana bukan. Tapi saya harus ingatkan kembali, membangun pabrik tidak sederhana tersebut. Adakalanya, produsedur yang ditempuh tidak seserhana yang dibayangkan. Maka saya akan mengajarkan langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum melakukan usulan dan kemudian mengeksekusi.

Pekebun Sawit Wajib Lakukan Diagnosa Hama dan Penyakit


Diagnosis hama dan penyakit harus dilakukan secara tepat karena gejala serupa dapat disebabkan oleh organisme yang berbeda. Perkebunan monokultur berskala luas menyediakan sumber makanan berlimpah, sehingga OPT mudah berkembang sepanjang fase pertumbuhan tanaman.

Pada fase pembibitan, hama penting seperti kumbang malam dan ulat grayak sering menyerang, disertai penyakit utama berupa bercak daun yang perlu dikendalikan melalui sanitasi dan rotasi fungisida. Pengendalian juga dilakukan dengan teknik mekanis dan kimia, seperti light trap, fogging, injeksi batang, serta sanitasi untuk ulat penggerek tandan dan hama tikus.

Pada tanaman belum menghasilkan dan menghasilkan, penyakit utama seperti Ganoderma boninense menjadi ancaman serius yang memerlukan paket pengendalian berbeda untuk replanting, TBM, dan TM. Pendekatan mencakup penggunaan bibit tahan, aplikasi agens hayati, sanitasi akar-batang, dan pembuatan lubang sanitasi untuk menekan tingkat infeksi.

Pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara benar dengan prinsip PHT dan berbasis ambang ekonomi untuk mencegah kerugian ekologis dan finansial. Monitoring rutin dan diagnosis lapangan yang akurat menjadi fondasi penting untuk menjaga produktivitas kebun secara berkelanjutan

Cara Cerdas Mengembangkan Koperasi Sawit

 

Dengan mendirikan koperasi perkebunan kelapa sawit maka ada banyak manfaat yang petani bisa dapatkan. Mulai dari askes sarana pertanian, bantuan serta peluang untuk mengembangkan pabrik kelapa sawit.

Hanya saja untuk mendapatkan manfaat tersebut tidak cukup mendirikan, namun juga mengembangkannya dengan cara yang smart. Lalu seperti apa cara mendirikan koperasi perkebunan yang ideal?

Pertama, awali dengan mengundang anggota yang memiliki visi yang sama. Bahwa koperasi dikembangkan untuk mendukung usaha budidaya. Memudahkan anggota mendapatkan pupuk, benih berkualitas termasuk permodalan.

Kedua, lalu saat pembentukan koperasi sebaiknya unit usahanya mencakup kegiatan pendukung on farm, seperti penyediaan benih/penangkaran, distrubusi pupuk, simpan pinjam, trading buah, pengolahan, toko serba serta usaha lainnya.

Ketiga, lakukan pendataan anggota dan luas kebun. Agar koperasi mengetahui berapa luas kebun dari anggota dan nantinya bisa menjadi kekuatan koperasi dalam bernegosiasi. Data ini sebagaiknya disimpan dilengkapi dengan KTP, bukti kepemilikan lahan serta data polygon.

Keempat, kembangkan laporan keuangan yang baik. Koperasi harus memiliki setidaknya R/L, buku besar, jurnal, neraca dan arus kas.

Kelima, kembangan SOP pengelolaan koperasi. Mulai dari usaha, keuangan, SDM. Serta sistem pengawasan berbasis digital.

Kelima, menunjuk manager yang memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang bisnis. Dapat juga dapat dipersiapkan seorang fresh graduade yang kemudian dilatih.

Jika semua langkah-langkah tersebut dilakukan, maka koperasi sawit tersebut akan lebih mudah menjalin kemitraan, mendapatkan akses bantuan serta mengembangkan usaha yang berkelanjutan.